Sejarah Masyarakat Tionghoa Di Makasar Abad 17 - 20
Judul Buku : Sejarah Masyarakat Tionghoa Di Makasar Abad 17 - 20
Download Buku Gratis Sejarah Tionghoa_Rencana penelitlan tentang masyarakat Indonesia keturunan Tionghoa pada tahun 2003 persis di saat angin baru yang mengizinkan studi macam ini dilakukan di Indonesia. I bu Claudine Salmon dan lbu Myra Sidharta - saat kami membicarakan rencana tersebut dengan mereka – memberikan saran untuk melakukan penelitian sejarah masyarakat Tionghoa Makassar. Bagi kami yang dididik di masa Orde Baru, pada mulanya usulan tersebut cukup mengejutkan karena selama ini kami tidak melihat masyarakat yang marjinal ini menarik untuk diperhatikan.
Namun setelah berpikir panjang, pada akhirnya kami percaya bahwa tentu ada hal yang bisa dipelajari dari masyarakat ini. Selanjutnya dimulailah perjalanan panjang ke masa lampau yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, termasuk juga menelusuri sejarah leluhur kami, suatu hal yangbanyak melibatkan kenangan dan emosional kami. Untuk melengkapi perjalanan tersebut, kami juga diberi kesempatan mempelajari bahasa Perancis dan kemudian bahasa Belanda berkat beasiswa dari Pemerintah Perancis.
Sejarah Masyarakat Tionghoa Di Makasar Abad 17 - 20
Setelah mempertahankan tesis pada tahun 2005, kami memulai penelitian di Jakarta dan Makassar dengan beasiswa dua bulan dari Ecole franc;aise d'Extreme-Orient (EFEO). Penelitian di Jakarta kami lakukan bersamaan dengan bekerja di Yayasan Nabil. Selanjutnya pada bulan Oktober 2008 kami kembali ke Paris dengan beasiswa kedua dari Pemerintah Perancis untuk menyelesaikan penelitian dan memulai penulisan disertasi ini. Dalam periode ini, kami mendapat bantuan dari Centre Asie du Sud· Est (EH ESS- CNRS) sehingga dapat melakukan tiga kunjungan singkat untuk penelitian kepustakaan di negeri Belanda.
Di tahap ini, beban penelitian menjadi lebih berat saat kami merenungkan kembali pertanyaan tentang identitas kami sendiri dan melihat bagaimana masyarakat Tiongioa sebagai minoritas diterima oleh masyarakat mayoritas. Studi ini juga memberi kesempatan kepada kami untuk melihat ulang semua penggambaran tentang ketionghoaan, yang didapatkan dalam pendidikan kami sebelumnya. untuk lebih memperhatikan orang Tionghoa Makassar serta peranan mereka dalam sejarah lokal sehingga memberikan pemahaman baru bagi kami. Dengan penelitian ini, kami merasa menemukan kembali akar kami.
Studi ini tidak bisa dikatakan mudah dan hanya bisaselesai dengan bantuan berbagai pihak. Yang paling utama. kami ingin berterima kasih sedalam- dalamnya kepada lbu Claudine Salmon, yang sejak sernula membimbing penelitian ini dan membantu dengan penuh dedikasi mengelaborasi disertasi kami, termasuk juga bantuannya menggunakan sumber-sumber Tionghoa.
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada Pak Claude Guillot yang telah bersedia menjadi pembimbing dan pertolongannya terutama di saat-saat sulit. Kami juga berterima kasih kepada sernua pustakawan yang membantu selama penelitian seperti para pegawai di Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI}, di Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (PNRI}, keduanya di Jakarta; perpustakaan EFEO di Paris; di Koninklijk I nstituut voor Taal-, Landen Volkenkunde (Kl TL V) serta perpustakaan U niversitas Leiden dan Nationaal Archief di Den Haag. Ucapan terima kasih juga kami tujukan kepada lbu Anna Pezzopane. sekretaris jurnal Archipel yang selalu memberikan nasehat berharga selama penulisan.
Ucapan terima kasih juga kami tujukan kepada para pen el iti yang membantu menjawab pertanyaan-pertanyaan kami, di Jakarta: kepada I bu Mona Lohanda untuk penjelasannya tentang penggunaan arsip, Pak Henri Chambert-Loir dan Pak Daniel Perret (yang telah berkenan membaca naskah awal buku ini) serta untuk diskusi-diskusinyayangmembantu melihat persoalan dengan lebih jelas. Di Leiden, kami berterima kasih kepada I bu Marie-Odette Scalliet yang telah memperkenalkan koleksi Perpustakaan Universitas, Pak Koos Kuiper yang berbagi pengetahuannya untuk koleksi-koleksi khusus dan Monique Erkelens untuk bantuannya mendapatkan dokumen-dokumen penting.
Kami juga berhutang budi kepada lbu Myra Sidharta yang mengenalkan kami pada berbagai tokoh dalam masyarakat Tionghoa Indonesia seperti Pak Eddie Lembong yang secara langsung dan tidak langsung telah banyak membantu. Terima kasih juga kepada lbu Mary Somers Heidhues yang telah membagi koleksi bukunya. Tidak kami lupakan Mas Didi Kwartanada yang menjadi kawan berdiskusi pen uh informasi tentang Tionghoa Indonesia.
Download Buku Gratis Sejarah Tionghoa
Di Makassar, ucapan terima kasih kami kepada Pak Dias Pradadimara, Pak Muslimin Effendy dan Pak Shaifuddin Bahrum. Kepada keluarga Lie, Nio dan Thoeng yang telah menerima kehadlran kami serta bersedia menjawab pertanyaan-pertanyaan serta dengan murah hati membagi koleksi pribadi mereka seperti silsilah keluarga. Ucapan terima kasih juga kami sampaikan kepada masyarakat Tionghoa Makassar, di dalam negeri seperti lbu Farida Tjahyadi dan Pak Wilson Tjandinegara; di luar negeri seperti Om Ang Heang Tel<. Kami juga mengucapkan terima kasih sedalam-dalamnya kepacla seluruh masyarakat Tionghoa Makassar yang telah berbagi kisah mereka. Naskah ini kami susun untuk mengenang kedua tante kami: Koh Lince (1933-2013) dan Koh ltti (1942-2008). Dan kepada merekalah serta masyarakat Tionghoa Makassar, dengan rendah hati, kami persembahkan buku ini.
Tidak terlupa ucapan terima kasih untuk seluruh sahabat di Paris, Yuliana Sandy dan keluarga, Elsa, Mbak Iba, yang tel ah membantu saya dapat bertahan di tengah berbagai kesulitan hid up dan Ira yang tel ah menemani dengan sabar proses penerjemahan disertasi inl.
Jika menginginkan buku ini dalam format PDF, silahkan download buku gratis Sejarah Masyarakat Tionghoa Di Makasar Abad 17 - 20 dengan link : Download
Anda sekarang membaca postingan rangkuman buku yang berjudul Sejarah Masyarakat Tionghoa Di Makasar Abad 17 - 20 dengan alamat link https://galeriebook-id.blogspot.com/2020/07/sejarah-masyarakat-tionghoa-di-makasar.html

Belum ada Komentar untuk "Sejarah Masyarakat Tionghoa Di Makasar Abad 17 - 20"
Posting Komentar